Sabtu, 27 Oktober 2012

Sebuah kesalahan

Diposting oleh Fanisa Story di 08.22 0 komentar

Ini bukan masalah kamu ataupun dia, hanya saja ini masalah aku  yang belum bisa merelakan ataupun sepenuhnya sadar bahwa kau sama sekali tidak diciptakan untuk berada disampingku,kau bukanlah satu-satunya harapanku kelak, meski batinku tak bisa mengingkari bahwa kau masih sering membuatku bermimpi tentengmu, meskipun aku tau betapa buruknya mimpi-mimpi itu.


Terkadang lelah segera menyuruhku untuk segera merelakanmu, tapi batinku sering kali tak berpihak, malah terkadang memberontak, bahwa aku masih sangat menginginkan sosokmu yang dulu, sosok yang tak lagi kutemui saat ini, entah apa yang mendorongku untuk tetap mencintaimu, meskipun beribu-ribu keburukan telah Tuhan tunjukkan tentangmu, harusnya aku segera beranjak dari rasa ini, tapi nyatanya?


Pernah aku berfikir bahwa aku telah lepas dari ini semua, tapi nyatanya? ketika aku melihat kau bersama dia, memperlakukan dia seperti memperlakukanku dulu, rasa-rasanya luka itu menguak lagi, luka itu hadi lagi malah bertambah perih, seperti halnya luka lama yang tergores lagi.


Hidup memang pilihan, tapi kenapa cinta tak bisa memilih, kenapa? bukankah tersakiti itu juga harusnya dapat segera terobati dengan memilih hidup bahagia?  atau memilih merelakanmu karna aku tau kau bukan untukku, tapi kembali lagi, inilah cinta yang tak pernah bisa memilih, melainkan di pilih. tanpa tau penyebab yang pasti.



Sabtu, 20 Oktober 2012

Merelakan

Diposting oleh Fanisa Story di 18.46 0 komentar
  




Berawal dari ketidak sengajaan, kita semua dipertemukan,kita disatukan. 

Tanpa kusadari kalian mampu membuatku berdiri lagi,kalian seoalah bisa mengerti tentang aku,aku mulai belajar menerima kehadiran kalian, menjadikan kalian sebagai teman yang bisa kusebut sebagai sahabat terbaikku, kalian dengan mudah mengukir senyum, membuatku tak enggan lagi merasa ada. Kalian yang mengajarkanku arti berbagi dan membagi, membuatku belajar mengerti dan memahami, lagi lagi aku merasa sangat istimewa dengan adanya kalian. 

Tanpa kita sadari kita membentuk sebuah janji, janji bahwa aku dan kalian akan menulisakan ini sebagai kisah yang tak pernah berakhir, kisah indah kita pada masa putih abu-abu. Kisah yang akan menjadikan indah saat dikenang.

Sayang segala bayangan itu seketika sirna, tanpa kita sadari tak banyak yang menerima adanya kita,orang-orang disekeliling kita sekalipun merasa tak nyaman  dengan kebersamaan ini.

 Dan sekarang aku mulai menyadari, bahwa aku harus segera beranjak, belajar untuk bisa berdiri sendiri dan lebih mandiri. Kalian memang yang terbaik, tapi sayangya hanya aku yang merasa, tidak dengan yang lainnya, diantara kita banyak ketidak nyamanan, tapi lagi lagi hanya aku yang tidak menyadari. Semua memang memiliki hkum keseimbangan, ada bahagia dan ada juga duka,Ini realitanya kawan. Dan aku yang lagi-lagi harus belajar merelakan. melepaskan apa yang ku suka, apa yang slalu kuinginkan.

    

 


 

Fanisa Story Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea