Kalian
ingat malam itu? Iya malam itu, saat langit tak secerah ini, tidak satupun
bintang terlihat apa lagi bulan purnama seperti malam ini. Tapi tentu saja ada
kehangatan yang tak akan tergantikan dengan selimut atau jaket tebal.
Kehangatan yang hanya ada saat canda tawa kita melebur menjadi satu. Kehangatan
yang dirasakan dalam suasana tak terbayarkan dengan apapun .
Kita
berbagi cerita disana, duduk melingkar diatas lantai semen keras tanpa alas apapun,
diterangi lampu kuning remang-remang, di depan teras rumah. Sebuah kebersamaan
yang sangat jarang kita lakukan, dan barangkali tidak akan lagi ada malam
sehangat itu. Alasannya cukup jelas jarak dan kesibukan kita masing-masing, dan
waktu yang sangat sulit berpihak pada kita.
Tapi
dimalam ini saat bintang beratubaran
bulan purnama terlihat jelas, aku berdoa pada sang pencipta, untuk dapat
membiarkan waktu berpihak pada kita, memberi kesempatan kita untuk dapat
menikmati betapa indah ciptaan-Nya ,
betapa besar keagungan-Nya ,dengan cara yang sama, duduk melingkar diatas lantai semen
keras tanpa alas apapun, diterangi lampu kuning remang-remang, di depan teras
rumah. Berbagi rasa dalam canda tawa kita,berbagi cerita dalam setiap kehagatan
yang kita rasakan. _
______________________________________________Fanisa