Minggu, 23 Juni 2013

di teras rumah

Diposting oleh Fanisa Story di 08.39 0 komentar



Kalian ingat malam itu? Iya malam itu, saat langit tak secerah ini, tidak satupun bintang terlihat apa lagi bulan purnama seperti malam ini. Tapi tentu saja ada kehangatan yang tak akan tergantikan dengan selimut atau jaket tebal. Kehangatan yang hanya ada saat canda tawa kita melebur menjadi satu. Kehangatan yang dirasakan dalam suasana tak terbayarkan dengan apapun .

Kita berbagi cerita disana, duduk melingkar diatas lantai semen keras tanpa alas apapun, diterangi lampu kuning remang-remang, di depan teras rumah. Sebuah kebersamaan yang sangat jarang kita lakukan, dan barangkali tidak akan lagi ada malam sehangat itu. Alasannya cukup jelas jarak dan kesibukan kita masing-masing, dan waktu yang sangat sulit berpihak pada kita.

Tapi dimalam ini saat bintang  beratubaran bulan purnama terlihat jelas, aku berdoa pada sang pencipta, untuk dapat membiarkan waktu berpihak pada kita, memberi kesempatan kita untuk dapat menikmati  betapa indah ciptaan-Nya , betapa besar keagungan-Nya ,dengan cara yang sama, duduk melingkar diatas lantai semen keras tanpa alas apapun, diterangi lampu kuning remang-remang, di depan teras rumah. Berbagi rasa dalam canda tawa kita,berbagi cerita dalam setiap kehagatan yang kita rasakan. _

______________________________________________Fanisa

Sabtu, 22 Juni 2013

Saat senja terlupakan,

Diposting oleh Fanisa Story di 06.37 0 komentar

Saat senja terlupakan,
Hujan turun dalam irama kedamaian
Membawa seberkas celah,
Memberi rasa tak terabaikan,
Semua begitu saja,
Tanpa bekas dalam resah,
dibawa oleh derasnya rinai hujan,
Menggetarkan kesunyian,
Menyongsong malam gelap,
Tak terlihat,
Tak terarah,
Dalam bingkai gambar tak berwarna,
Hitam gelap saja,
Seperti itu,
Malam tanpa bintang.


=========================================Fanisa

Rabu, 12 Juni 2013

Dermaga Ilmu

Diposting oleh Fanisa Story di 21.34 0 komentar

“Semua tinggal cerita, semua hanya berbekas saja dalam memori kita”
Oleh : Ulfa khairunisa 

Enam tahun lalu kita di pertrmukan, dan tiga tahun lalu Tuhan mulai mengakrabkan kita, menjadikan kita saling mengerti dan memahami satu sama lain, saling mengasihi,dan belajar arti sebuah kebersamaan, kebersamaan yang tidak akan pernah dapat dibayar dengan apapun, sekalipun dengan banyaknya rupiah yang kita miliki. 

Ada begitu banyak hal yang kita dapatkan selama enam tahun ini, dimulai pada bangku sekolah menengah pertama dan diakhiri di bangku menengah Atas. Semua begitu terasa sempurna, ada banyak cerita yang tersimpan didalamnya, yang barangkali tak dapat dituliskan dalam lembar-lembar kertas, dilukiskan dalam kanvas putih. Karna rangkaian kisah itu hanya akan tersimpan dalam memori kita, menjadi sebuah pembelajaran hidup untuk masa depan yang lebih dari sekedar indah, masa depan penuh pengharapan, masa depan untuk segenap keabadian yang tercipta.

Dan sampai pada akhirnya Tuhan mulai lagi mengajak kita dengan hal baru, rasanya sudah cukup 6 tahun untuk membuat kita merasa saling memiliki dan belajar banyak hal. Sudah cukup 6 tahun untuk merajut cerita, mencari banyaknya pengalaman hidup. Yang perlu diingat,  ada sebuah masa depan yang menanti kita disebuah dermaga ilmu. Entah menjadi apa kita kelak, entak akan diapakan ilmu yang kita dapatkan ini, semua kembali padi diri kita masing-masing, semua hanya akan berbuah manis ketika kita merasa apa yang kita tanam adalah kebaikan-kebaikan, bukan seseuatu yang sia-sia belaka.

Air mata tidak lagi dapat menetes , semua seakan menjadi hal biasa. Meski tidak dapat dipungkiri , dada ini begitu terasa sesak. Pertemuan,akan selalu beriringan dengan sebuah perpisahan. Itu ungkapan yang selalu kugenggam erat, aku tidak ingin menangisi sebuah perpisah, aku hanya ingin bersyukur karna telah dipertemukan pada kalian yang menyebut kita dengan Keluarga 87. Keluarga besar yang menjadi sebuah Inspirasi untuk tetap belajar mengerti arti hidup ini, arti sebuah kisah klasik dari bangku sekolah.


 

#87ANTIMATIGAYA!
 

Fanisa Story Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea