“Mungkin , dengan memeluk rasa Rindu ini sudah cukup untuk
dapat menyesakkan dada, meneteskan air mata dan bersumpah rela melakukan apa saja
untuk dapat mengulang setiap kebersamaan yang telah terhempas oleh putaran
waktu”
Pada saat kau merasa sangat rindu dengan sesuatu yang telah
hilang, apa yang akan kau lakukan? Menangis atau berbuat sesuatu yang lain.
Mungkin ketika ada tawaran untuk bisa mengulang setiap kebersamaan yang kau
rindukan dengan menukarkan apa saja yang kau punya, kau dengan suka rela
menerima tawaran itu. Karna kau tau benar, kebersamaan itu adalah kebahagiaanmu, bagaimana tidak jika merindukannya saja mampu membuat dadamu terasa sesak.Sayangnya waktu telah berputar dan merubah segala keadaan.
“Begitu jahatkah waktu dan keadaan? “
Banyak yang tidak
akan setuju ketika dengan lantang kau berteriak marah pada waktu dan keadaan
yang telah merebut sumua kebahagian yang sedang berpihak padamu hilang
seketika, karna tidak akan ada yang tidak berubah dalam hidup ini, bahkan
sesuatu yang pasti terjadi adalah perubahan. Lalu apa yang harus dilakukan untuk membunuh rasa marah ini?
“Berjalan terus , mengikuti permainan waktu dan keadaan ,
maka kau akan mengang.”
Jawaban yang dirasa pas ketika lagi-lagi kau ingin menyalahkan waktu dan keadaan adalah berjalan
terus , mengikuti permainan waktu dan keadaan , maka kau akan mengang. , karena waktu dan keadaan akan merasa puas
saat kau pasrah dan terpuruk saja dengan segala sesuatu yang telah direnggutnya.
Dan kau tau? ini yang membuatku juga mencoba bertahan, bahkan saat apa yang
sangat berharga dalam hidupku direnggut oleh waktu dan keadaan. Dan mencoba
mengambil setiap kebaikan yang masih di sisakan yaitu segala ego dan
kemunafikan diantara kebersamaan itu telah
diungkapkan oleh keadaan yang ada.