Jumat, 31 Mei 2013

Sebuah Penyesalan

Diposting oleh Fanisa Story di 09.46 0 komentar

>>>SESUATU  AKAN  LEBIH  TERLIHAT BERNILAI KETIKA TELAH PERGI DAN TIADA<<<


 oleh : Hanif  Khoirulamal

Sebenarnya, kepergian dan perpisahan hanya akan membawa pada tangisan dan kesedihan bukan?
Silahkan menangis dan rasakan !


kau tahu ?
Saat ini aku menangis, entah menangis karena berpisah atau senang karena lulus dari sekolah yang terkadang terasa menyebalkan.


Tak terasa waktu sangat cepat berlalu, entah waktu terlalu cepat atau kita yang sadar terlambat.
Terkadang kita merasakan sulit dan pahitnya hidup berasrama, jatuh dan tertunduk. 


Terkadang kita menyepelekan teman yang ada di sekitar kita, menganggapnya tak berarti.
Terkadang kita membuang sia-sia kata PERSAHABATAN dan KEKELUARGAAN. 
Padahal, dibalik itu semua TANPA kita sadari, dan mungkin baru kita SADARI, saat ini dan detik ini betapa indah dan bahagianya kita semua karna pernah hidup bersama di asrama. begitu nikmatnya makan sepiring ber-lima, betapa BERHARGA dan MULIA nya kita semua saat berada di sana. Tapi tak jarang kita meremehkannya.
 

Tapi sekarang lihatlah kawan !
Kenyataan ada di depan mata ! 


Rasakan ! semua telah hilang dan pergi begitu saja !
Saat ini apakah kalian merasakan apa yang kurasakan?
Apa kalian menikmati rasa yang sedang aku tangisi?

Apakah kalian menyadari?
 

hey, barangkali aku juga termasuk orang yang meremehkan kata PERSAHABATAN juga ke-KEKELUARGAAN, barangkali aku akan hidup dengan sebuah penyesalan. Tapi apa boleh buat? Semua sudah menjadi akhir bukan?  Semua sudah menjadi kisah untuk masa depan. 

Saat ini aku hanya ingin meminta maaf, jika selama ini aku tidak bisa menjadi teman/kawan/ bahkan saudara yang baik untuk kalian.
Dan pesanku pada kalian, jangan pernah merasa enggan ketika kelak kita akan bertemu lagi, jangan sungkan dan jangan malu ketika aku memeluk kalian dengan air mata kerinduan,  karena rindu itu yang akan kusimpan bersama kisah kita.

Senin, 20 Mei 2013

Keumala: Cinta dalam Jebakan Logika

Diposting oleh Fanisa Story di 06.34 0 komentar


 Namamu Keumala. 

Engkau hidup di antara terang dan gelap.
Terang memeberimu kesempatan untuk mengenal gelap.
Dan gelap memeberimu kesempatan untuk tetap bertahan dalam keindahan maknanya. 

Ya, namamu Keumala. 

Kau bersahabat dengan munculnya cahaya dan hilangnya cahaya.
Hadirnya matahari yang kelasa dan bulan yang begitu lembut,

            Serta kesetiaan langit menemani keduanya.

Iya Langit, namaku Keumala. Aku berangkat menyongsong gelap.
Dan aku ingin tidak seorangpun akan datang.
Senja telah mempertemukan kita, dan senja pula yang akan memisahkan kita..
Jangan kirimi aku lagi Langit,

            Senja-senja itu.

Jangan pula kau berkata bahwa kau akan datang.
Sebab, sendiri adalah candu.
Dan setiap candu akan berakhir pada kekosongan.
Tak ada tempat untukmu, Langit.
Jangan kau datang menyaksikan ini semua.

by: Keumala movie

Minggu, 19 Mei 2013

(bukan) euforia

Diposting oleh Fanisa Story di 10.39 0 komentar

Bukan, ini hanya sebuah kebetulan. Aku seperti dibutuhkan atau lebih tapatnya hanya ada aku yang bisa kau mintai pertolongan. Tidak sepantasnya aku merasakan ini , kupu” yang menari-nari diperut, dada yang terasa begitu sesak karna bahagia. Heii!  liahatlah jurang itu, aku jelas bisa saja terjatuh kapanpun kau mau bukan? Ini bisa saja jebakan, jebakan paling ampuh .

Ini sangat berbahaya , aku tidak bisa memungkiri bahwa kau membuatku tersenyum diam-diam, dan terkadang mencemaskanmu tanpa sebab yang  pasti, aku senang saat kau menanyakan keadaanku, dan mengajakku berbincang apa saja, kadang  topiknyapun tak bermutu sama sekali, tapi aku senang. Hanya dengan seperti itu.

Pikiran ini terlalu Naif , ya jelas saja tidak masuk akal. Kau siapa, aku siapa? Kita tidak mungkin punya perasaan itu satu sama lain, terlalu jauh.  Bukan jarak yang membuat kita jauh, kau tau itu.tapi entahlah, sulit untuk bisa memahami ini. Tidak bisa terbaca , kau sendiri bahkan tidak bisa kumengerti, apa maumu? Apa inginmu? Tidak bisa aku pahami sama sekali.

Yang kulakan hanya berusaha sebisaku mengikuti langkahmu, mencoba membaca situasi disekitar kita, meraba-raba jalan yang akan kau lalui, dan mecari titik temu. Tapi sayangnya jalan itu seolah gelap, kau bisa saja tiba-tiba berhenti dihadapanku, atau berlari sekencang-kencangnya meninggalkanku pada gelap. Semua seolah kau yang mengaturnya. sementara aku? 

Aku hanya akan terus meraba-raba sampai aku tau jawaban pastinya, jawaban dari teka-teki yang kau buat, aku harus tau sebelum aku merasa dipermainkan oleh keadaan dan euforia yang kau ciptakan atau sebelum aku terjebak pada elegi  untuk kedua kalinya. Karna itu hanya akan membuat masa lalu yang terulang. Dan kau harus tau aku paling tidak pandai membaca pikiran orang-orang sepertimu, terlalu sulit dimengerti, karna terkadang tak punya alur yang pasti. Ini tentu saja kelemahan yang harusnya bisa kukendalikan .Walau hanya dengan tidak menganggap semua celotehannmu  adalah keseriusan.

Fanisa  _____

Selasa, 14 Mei 2013

Dalam nyala jingga

Diposting oleh Fanisa Story di 06.16 0 komentar
Oleh:Ulfa khairunisa


Dimalam buta kubuka mata
Melihat remang nyala jingga
Terrbatas pada kalut rasa
Memandang sekeliling ruang
Ada bara kerinduan disudut singgasana
Seperti percikan api yang kian membara
Angin malam melambai asa
Tak sedikitpun terlupa rupa
Seperti hadir bersama rangkaian cerita lama
Terus beriringan mungkin sampai waktuku usai
Nyatanya semua itu ilusi saja
Reka adegan yang telah dibuka masa
Tertuang saja dalam ruang-ruang kehidupan
Dan kini kuharap tuhan memberi  jeda
Mempersilahkan angin membawa berita
Tentang bahagia yang kunanti saja
Tentang bahagia dimasa muda

 

Fanisa Story Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea