Senja sore itu sangat indah, aku menyukainya sangat menyukainya.
Bahkan masih sangat jelas dibenakku bagaimana warna jingganya yang sangat mengagumkan, langit seolah seperti kanvas putih yang telah diwarnai guratan warna jingga , deburan air laut seperti menjilat-jilat dibawah kolong langit , membentang luas, memadukan warnan biru dengan jingga kemerahan.
Bukan, bukan warna jingganya walaupun sangat mengagumkan, yang menentramkan hati, barangkali tawa bahagia itu, tawa riang yang tak pernah mungkin bisa ku lupakan, tawa riang tanpa beban yang ingin slalu ku dengar , tawa riang dalam bagian kisah kita.
Dan apakah kau tau, kisah ini harusnya dapat menciptakan tawa bahagia, setiap saat, atau bolehlah menyelipkan sedikit air mata didalamnya, sedikit saja aku tidak ingin banyak-banyak. Karna yang kutau tak pernah ada kisah yang sempurna hanya dangan tawa, tak akan pernah ada. Karna hidup ini terlalu berliku untuk dilalui dengan tawa saja bukan?
Oh ya, senja yang membawa warna jingga, senja paling Indah yang pernah kulihat, seanja paling membahagiakan, karna saat itu aku tidak menyaksikannya sendiri saja. Senja paling sempurna karna ada tawa yang meramaikannya, ada kehangatan yang menyelusup ditengah kesejukan angin pantai yang membelai. Lalu apakah itu semua akan membawa kisah ini menjadi kisah yang sempurna, dan mungkin saja tidak akan pernah ada yang bisa menjawabnya. Karna apa ? karna hanya rasa yang satu yang dapat mewujudkan kisah sempurna untuk kita.
Lalu apakah akan ada senja lainnya yang dapat kita saksikan besama, akan adakah deburan pantai yang kita dengarkan seksama, dan akan adakah lagi tawa bahagia dengan sedikit air mata itu?
Barangkali memang kita mesti sesekali merasa kehilangan untuk mengerti arti memiliki.

0 komentar:
Posting Komentar