Selasa, 18 Desember 2012

at night

Diposting oleh Fanisa Story di 23.33


Suatu ketika aku terbangun dimalam gelap yang udaranya kurasakan begitu dingin,seakan menusuk permukaan kulitku. Begitu dingin,seakan menusuk-nusuk permkaan kulitku. Kutarik selimutku sampai menutupi kepala. Seketika itu kurasakan ada sesuatu yang berputar-putar dalam benakku. Mungkin berupa bayangan-bayangan semu yang kerap kali menghantuiku. Kucoba memejamkan mata berkali-kali namun tetap saja gagal. Semakin kupejamkan mata seakan bayangan itu malah semakin nyata. Dadaku terasa sesak ingin aku menangis sejadi-jadinya menangis,melepaskan segala beban yang kurasakan. Menghujam laraku, Sekelebat bayangan yang membuat hari-hariku tidak lagi terkendali kini hadir kembali. Bayangan semu tentang seulas memori tentang kisahku yang terjatuh pada dekapan tak bermakna, dalam balutan kisah tak sempurna. Karna dirimu mencoba menghindariku, pergi dari jalan yang bangun untukku. Jalan yang kini buntu karna tak lagi kutemukan titik temu. Aku tersadar , kakiku tak lagi bisa melangkah menghindarimu , meski dirimu berlari mencampakkanku. Lagi dan lagi Aku mencoba menghempaskan bayangan semu tentangmu. Namun tetap gagal, Berkali-kali aku malangkah ketempat yang sama. Dalam pusaran waktu yang berbeda. Dan tetap sama dalam rasa yang tak berubah sedikitpun , rasa yang tak bisa kuhapuskan dalam waktu seketika.



Fanisa

0 komentar:

Posting Komentar

 

Fanisa Story Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea