Mungkin memang benar, kalau membenci dan menyayangi seseorang itu hanya
perlu terbiasa saja.
Terbiasa diperhatikan maka lama-lama jadi sayang, terbiasa dikecewakan maka
lama-lama pun bisa tumbuh kebencian.
Karenanya harus pandai memilah-milah apa-apa yang jadi kebiasaan kita selama
ini.
Karena segalanya, baik benda atau pun manusia. Baik luka atau pun cinta, bisa
tiba-tiba hilang begitu saja dari pandanganmu. (falafu)
Lalu bagaimana kini jika telah terbiasa,? Terlalu sulit bukan
menghilangkan segala macam hal yang telah menjadi kebiasaan,
ya, aku telah terbiasa oleh caramu, aku tidak pernah ingin terbiasa, tapi
enatah bagaimana ada yang memaksaku untuk terbiasa, dan saat segala yang
terbiasa tiba-tiba hilang dari pandangan begitu saja rasanya hanya ada sesal
yang tersisa, sesal yang terpendam dalam. Membuat beretanya-tanya, membuat dada
terasa sesak bila teringat. Memang tidak seharusnya , tidak semestinya, kita
memulai segalanya karna pada dasarnya
semua akan berakhir.
Parahnya , bagaimana bisa kau hanya menjadikan kebiasaan ini lelucon
sesaat, padahal kau yang memulainya, membuatnya terbiasa lalu tiba-tiba hilang
begitu saja dari pandangan.
Dan kini yang perlu kulakukan membuat seolah segalanya tak pernah terjadi
seperti caramu kali ini, itu yang harus kumulai lagi, agar nantinya aku akan
terbiasa. . (fanisa)
Mungkin memang benar, kalau membenci dan menyayangi seseorang itu hanya
perlu terbiasa saja.
Terbiasa diperhatikan maka lama-lama jadi sayang, terbiasa dikecewakan maka lama-lama pun bisa tumbuh kebencian.
Karenanya harus pandai memilah-milah apa-apa yang jadi kebiasaan kita selama ini.
Karena segalanya, baik benda atau pun manusia. Baik luka atau pun cinta, bisa tiba-tiba hilang begitu saja dari pandanganmu. (falafu)
Terbiasa diperhatikan maka lama-lama jadi sayang, terbiasa dikecewakan maka lama-lama pun bisa tumbuh kebencian.
Karenanya harus pandai memilah-milah apa-apa yang jadi kebiasaan kita selama ini.
Karena segalanya, baik benda atau pun manusia. Baik luka atau pun cinta, bisa tiba-tiba hilang begitu saja dari pandanganmu. (falafu)
Lalu bagaimana kini jika telah terbiasa,? Terlalu sulit bukan
menghilangkan segala macam hal yang telah menjadi kebiasaan,
ya, aku telah terbiasa oleh caramu, aku tidak pernah ingin terbiasa, tapi
enatah bagaimana ada yang memaksaku untuk terbiasa, dan saat segala yang
terbiasa tiba-tiba hilang dari pandangan begitu saja rasanya hanya ada sesal
yang tersisa, sesal yang terpendam dalam. Membuat beretanya-tanya, membuat dada
terasa sesak bila teringat. Memang tidak seharusnya , tidak semestinya, kita
memulai segalanya karna pada dasarnya
semua akan berakhir.
Parahnya , bagaimana bisa kau hanya menjadikan kebiasaan ini lelucon
sesaat, padahal kau yang memulainya, membuatnya terbiasa lalu tiba-tiba hilang
begitu saja dari pandangan.
Dan kini yang perlu kulakukan membuat seolah segalanya tak pernah terjadi
seperti caramu kali ini, itu yang harus kumulai lagi, agar nantinya aku akan
terbiasa. . (fanisa)
0 komentar:
Posting Komentar