Kau yang menginspirasi tulisan ini .
Satu dari ribuan teman yang kupunyai.
Terlalu banyak kisah yang tak bisa dituliskan.
Terlalu banyak gradasi warna jika dituang pada kertas
gambar.
Marah, ragu, haru menjadi cara kita berteman.
Bias tawa dan canda seperti bumbu dalam pelengkap rasa.
Kau yang menginspirasi tulisan ini.
Tidaklah kupanggil teman lagi ,
atau barangkali sahabatpun tak sepantasnya kujuluki.
Kau tak lain seperti saudara perempuan yang kupunyai.
Menjadikan ketulusanmu seperti anugrah dari yang Maha pencipta.
Tidak ada rasa benci meski sesekali tersakiti.
Jika saja ada cara untuk menggambarkan ketulusan.
Pastilah hanya putih tanpa ada titik hitam yang terpapar,
Pada kanvasnya.
Kau yang menginspirasi tulisan ini.
Tidaklah kupanggil teman lagi ,
atau barangkali sahabatpun tak sepantasnya kujuluki.
Kau tak lain seperti saudara perempuan yang kupunyai.
Menjadikan ketulusanmu seperti anugrah dari yang Maha pencipta.
Tidak ada rasa benci meski sesekali tersakiti.
Jika saja ada cara untuk menggambarkan ketulusan.
Pastilah hanya putih tanpa ada titik hitam yang terpapar,
Pada kanvasnya.
Kau yang menginspirasi tulisan ini
Barkali-kali kuucap kata terimakasih .
Sudah pasti tak akan mengganti.
Kata maaf juga tak bisa mewakili ,
Apa yang pernah kubuat hingga ada perih dihati.
Dengan ini kuberikan coretan tak bermakna.
Padamu yang telah menginspirasi,
0 komentar:
Posting Komentar